REDYNEWS. COM, Kuantan Singingi,- Akhir-akhir ini Ram Jaya Argo sering terbit didalam pemberitaan, sebagai mana keterangan dalam pemberitaan yaitu Ram telah disegel oleh Pemkab Kuantan Singingi (Kuansing) sejak Januari 2025 karena tidak memiliki izin dan dianggap ilegal, Rumah Alat Mesin (RAM) sawit Jaya Agro di Desa Setiang, Kecamatan Pucuk Rantau, terkesan mengabaikan kebijakan Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, dengan tetap beroperasi.
RAM yang berlokasi di dalam kawasan konsesi PT Rimba Lazuardi ini menuai reaksi negatif dari masyarakat yang menduga adanya pihak kuat di belakangnya.
Terkait hal ini, Alex Sander.s sebagai pengelola atau pemegang kuasa Ram Jaya Argo di Desa Setiang menyampaikan informasi melalui media publik, bahwasanya Ram Jaya Argo terkait perizinan Perlepasan Kawasan semua dalam proses pengurusan izin, Rabu (07-05-2025).
"Pemilik Ram Jaya Argo sangat mengakui kesalahan dalam administrasi pengurusan izin, izin teknis, izin beroperasi dan dll, namun kami dari pihak Ram Jaya Argo sudah melakukan langkah-langkah yang harus dipenuhi terkait perizinan dan perlepasan kawasan," Ucap Alex Sander.s
"Secara detail, Ram Jaya Argo sudah menyampaikan sebuah dokumen dengan No.04/RJA-SIT/IV/2025, Lampiran Peta Hasil permohonan perlepasan telaah UPT KPH Singingi, hal ini sudah kami sampaikan kepada Bapak Menteri Kehutanan dan
c.q. Dirjen Planologi Kehutanan
(Kawasan Hutan)," Ucapnya lagi.
"Dalam dokumen tersebut berbunyi, sehubungan dengan arahan Kepala UPT Kesatuan Pemangkuan Hutan Singingi Nomor 521.1/KPH-Singingi/599 Tanggal 16 April 2025 Perihal Penjelasan Hasil pengambilan titik koordinat terhadap usaha yang telah terbangun berupa Ramp Penampungan Buah Kelapa Sawit di Desa Setiang Kecamatan Pucuk Rantau Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau
"Untuk itu kami atas nama Pemilik Ramp Jaya Agro yang berada diatas tanah atas nama SUTOMO dengan SKGR Nomor 21/SKGR-ST/IV/2023, berdasarkan arahan dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan Wilayah XIX Pekanbaru, bahwa kami harus mengajukan permohonan pelepasan kawasan hutan kepada Kementerian Kehutanan di Jakarta," Terang Alex Sander.s
"Dalam pernyataaan mandiri kesedian memenuhi kewajiban, Ram Jaya Argo sudah menyampaikan dokumen berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, Pelaku Usaha dengan identitas,
Nomor Induk Berusaha (NIB) 0703250050065
KBLI, 46202 - Perdagangan Besar Buah Yang Mengandung Minyak, meskipun dalam proses," Ujar Alex Sander.s
Alex Sander.s menyampaikan kembali, Intinya kami dari pemilik RAM mengakui kekuranga dalam perizinan. Namun dalam hal itu, kami juga tetap melakukan proses pengurusan izin sampai taham legal, sekarang berkas kami itu sudah sampai di tingkat Provinsi dan kementerian.
"Sedikit cerita terkait teknologi lahan sebelum dibeli, sebelum kami beli, di lahan tersebut sudah ada tanamannya pohon sawit yang sudah berumur 10 perkiraan tahun lebih. Kemudian kami buka ram sawit, kami membeli lahan tersebut sudah secara prosedur-prosedur yang sah," Ujar Alex Sander.s
"Pembelian lahan berdasarkan tanda tangan Kepala Desa, tanda tangan tim pengukuran lahan dan tanda tangan kepala dusun, dalam arti kata semua sudah lengkap, sebab itu kami berani membangun RAM di lahan tersebut, terkait perizinan beroperasi maupun izin lainnya, seharusnya pemerintah desa memberikan petunjuk dan arahan. Sekarang kami pemilik Ram Jaya Argo sudah memenuhi kewajiban aturan negara," Katanya Alex Sander.s
"Dalam hal ini, bukan berati kami melawan terhadap pemerintah, kami akan ikuti langkah -langkah dalam pengurusan izin sampai barang itu legal, kata singkatnya dari ilegal menjadi legal. Jika semuanya sudah clear, nanti kami juga siap berkontribusi ke Daerah, apapun event-event daerah kami siap berpartisipasi," Ujarnya lagi Alex Sander.s
"Kemudian terkait dengan sosial masyarakat, contohnya jalan, kami pun siap untuk membantu, jalan kalau ada yang rusak kami perbaiki. Kami siap juga bertanggung jawab atas jalan yang kami pakai"
"Kehadiran Ram Jaya Argo, agar untuk menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat setempat, mengajak masyarakat setempat untuk bekerja di Ram Jaya Argo, sehingga mengurangi angka pengangguran, akan bersedia untuk kontribusi terhadap pemerintah daerah sehingga menjadi Pendapatan Asil Daerah (PAD)," Ungkapannya Alex Sander.s
"Perlu juga kita ketahui bersama, RAM di situ tuh bukan RAM kami aja, ada beberapa RAM yang statusnya lahan yang sama, di kawasan HPT ada juga dan malahan ada juga kawasan Hutan Lindung (HL), kalau seandainya kami disuruh tutup, kami bersedia tutup dengan catatan harus berlaku adil, berlaku adil ke RAM yang lain, kok kami aja yang disorot terus, RAM-RAM lain kok beroperasi, apa bedanya kami dengan yang lain," Ungkapannya lagi Alex Sander.s
"Sementara kami di Ram Jaya Argo untuk mencari makan memenuhi kehidupan sehari-hari dan juga menghidupi masyarakat setempat yang bekerja dengan kami, kami sebagai masyarakat meminta kepada pemerintah untuk memberikan rasa kebijakan, rasa pengertian, rasa toleransi dan rasa kasihan, meskipun Ram Jaya Argo masi dalam tahap proses pengurusan izin," Pungkasnya Alex Sander.s (Tim).