Iklan

Iklan

,

Iklan

REDYNEWS.COM Investigasi dan fakta

Awas Informasi Hoax..! PETI Menggunakan 10 Excavator di Belakang Polsek Payung Sekaki Tidak Ada, Bedakan Polres Solok Arosuka dan Polres Solok Selatan.

Jumat, 19 September 2025, 19:01 WIB Last Updated 2025-09-19T12:02:43Z

REDYNEWS. COM
, Kuantan Sengingi,- Beberapa hari yang lalu, tim media dari Organisasi Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) diundang oleh Kapolres Arosuka, Kabupaten Solok, AKBP Agung Pranajaya, S.IK, dalam undangan ini, upaya untuk memastikan informasi sebenarnya, terkait tindak pidana Tipikor, diduga Aktivitas PETI dan Premanisme.

Sebelum menunaikan undangan Polres Solok Arosuka yang akan bertemu langsung dengan AKBP Agung Pranajaya, S.IK, tim media melakukan investigasi terhadap sejumlah warga, untuk mempertanyakan kinerja Kapolres Solok Arosuka, Senin (15-09-2025).

Mengejutkan sekali informasi dari warga inisial YU, bahwasanya informasi yang di sampaikan oleh warga inisial YU, Kapolres Solok Arosuka AKBP Agung Pranajaya, S.IK, rajin berkunjung ke mesjid untuk melakukan ibadah dan pengajian, semua mesjid yang ada di Solok Arosuka rata dikunjungi, kalau dulu Kapolres lama dipilih-pilih mesjid yang akan di kunjungi," Kata Inisial YU

Begitu juga jawaban warga lain ditempat yang berbeda inisial DL, hal ini jawabannya tetap sama, Kapolres Solok Arosuka sering kali mengadakan pengajian dengan personelnya untuk berkunjung tiap-tiap mesjid yang ada di Arosuka," Katanya Inisial DL.

Mempertanyakan terkait aktivitas Penambangan Emas Tampa Izin (PETI), inisial YU dan DL menyampaikan, Diduga aktivitas PETI menggunakan Excavator kebanyakan di wilayah perbatasan, Perbatasan Solok Selatan dan Dharmasraya," Terang Warga.

"Kalau yang di belakang Polsek Payung Sekaki diduga PETI 10 Excavator yang beraktivitas, berdasarkan informasi dari Medsos, saya tidak yakin, kerena disana bukit untuk persawahan masyarakat, silahkan bapak cek aja sendiri, Polsek Payung Sekaki hanya perkiraan 1 Jam dari sini," Terang lagi warga.


Lanjut Investigasi, untuk memastikan Informasi diduga aktivitas PETI yang menggunakan 10 Yunit alat Excavator di belakang Polsek Payung Sekaki, tim media menuju dan menitor Polsek Payung Sekaki, ternyata semua informasi yang di sampaikan diduga tidak ada, diduga informasi dari netizen akun bondong tersebut Hoax.

Tim media hanya menemukan hamparan persawahan dan bukit penglihatan yang sangat jauh dan bahkan air sungai yang jernih.

Lanjut Informasi, pada saat diskusi tim media dengan Kapolres Arosuka, Kabupaten Solok, AKBP Agung Pranajaya, S.IK, banyak hal yang disampaikan terkait tindak pidana, terutama tindak Pidana Tipikor, PETI dan Premanisme.

"Ada beberapa Polsek yang ada di wilayah jajaran Polres Arosuka, hal ini meliputi yaitu Polsek Gunung Talang, Polsek Kubung, Polsek Lembah Gumanti, Polsek Payung Sekaki, Polsek Hiliran Gumanti, dan Polsek Pantai Cermin. Wilayah hukum mereka meliputi sembilan kecamatan, 41 nagari, dan 266 jorong di Kabupaten Solok," Ungkap AKBP Agung Pranajaya, S.IK,

"Saya baru menjadi Kapolres Arosuka, perkiraan baru empat bulan, kasus pertama yang berhasil kami ungkap yaitu tindak pidana tipikor, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Solok Arosuka berhasil mengungkap kasus dugaan penyelewengan dana desa di Nagari Kampuang Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar. Dua perangkat nagari resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menyelewengkan anggaran desa tahun 2023 senilai lebih dari Rp305 juta," Terang AKBP Agung Pranajaya, S.IK,

"Penetapan tersangka dilakukan usai gelar perkara di Polda Sumbar pada 9 April 2025. Hasil audit Inspektorat Kabupaten Solok menguatkan adanya kerugian negara akibat penyalahgunaan dana tersebut, Tidak ada ruang bagi koruptor di Kabupaten Solok, apa lagi ini sudah menjadi atensi dari Presiden RI Prabowo Subianto," Terangnya Tegas AKBP Agung Pranajaya, S.IK,

Kapolres Arosuka AKBP Agung Pranajaya, S.IK, menjelaskan kembali, terkait diduga aktivitas PETI, rekan-rekan media bisa ikut dengan kami untuk menelusuri jajaran daerah Kabupaten Solok Arosuka, kita lihat dimana Aktivitas PETI yang dimaksud, namun kita maklumi untuk jarak tempuh bahkan mencapai dua hari untuk menuju kelokasi, menggunakan transportasi mobil berkemungkinan tidak bisa, hanya bisa menggunakan Sepeda Motor, kebetulan rekan-rekan media ada disini, bisa untuk menyaksikan secara langsung," Ujar AKBP Agung Pranajaya, S.IK,

Menjadi sorotan tajam Anggota Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) SUGIANTO, bahwasanya Informasi diduga PETI menggunakan 10 Yunit Excavator dibelakang Polsek Payung Sekaki hal ini benar diduga tidak ada, hanya ada persawahan dan bukit.

"Awal Informasi kami peroleh berawal dari Medsos, komentar Netizen, Konai (kenak) olah AKBP dek Iptu, dibelakang Polsek Payung Sekaki diduga 10 Unit beroperasi menggunakan excavator, jaraknya cuman 1 km, namun informasi ini diduga Hoax, maka dari itu sekalian tim melakukan investigasi untuk membuktikan informasi sebenarnya, sekalian kami menunaikan undangan resmi dari Kapolda Sumatera Barat dan Polres Solok Arosuka," Ujar Sugianto.

"Masyarakat, wartawan dan jurnalis jangan cepat memperoleh atau mengambil informasi dengan cepat dan ditelan dengan mentah-mentah, pastikan informasi tersebut ada berupa petunjuk foto dengan menggunakan tanggal dan nama wilayah, kalau hanya sekedar informasi Katanya-katanya melalui pesan, berkemungkinan besar diduga akan merusak kinerja Anggota POLRI, sehingga masyarakat tidak percaya," Ujarnya lagi Sugianto.

"Meyakinkan aktivitas PETI, diduga beraktivitas kebanyakan di perbatasan wilayah, diduga hal ini trik para mafia pelaku PETI yang berskala besar untuk mengelabuhi Aparat Penegak Hukum, karena wilayah termasuk abu-abu, bisa dikatakan ini masuk wilayah Solok Selatan atau wilayah Solok Arosuka, kami dari tim media akan berkoordinasi dengan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si.,CSFA, agar penindakkan diduga aktivitas PETI berskala besar tidak di kasih ampun dan Oknum-oknum mafia segera ditangkap sebagai efek jerah mereka," Katanya Sugianto.

Sugianto sebagai Anggota PWMOI menyampaikan kembali, mendesak Dewan Pers untuk mengatasi atau mencari solusi terhadap akun-akun bodong atau akun siluman yang memberikan informasi Hoax dengan menggunakan Medsos dan Media Publik, sehingga informasi yang diberikan oleh akun bondong dan akun siluman dapat merusak kinerja Aparat Penegak Hukum dan memperpecah belah masyarakat dengan memberikan diduga Informasi Hoax," Harapan Sugianto.

"Selain itu, informasi sudah kami teruskan terhadap Dewan Pers, apa kegiatan kami lakukan di Sumatera Barat"

"Mengajak seluruh wartawan dan Jurnalis agar untuk memastikan informasi yang sebenarnya, memberikan informasi yang akurat dan berimbang, tidak memberikan informasi untuk menjatuhkan harkat seseorang, buktikan informasi itu dengan Fakta dan Aktual," Pungkasnya Sugianto.(Sumber PWMOI KUANSING).

Iklan

Tren untuk Anda