REDYNEWS.COM, Sei Beringin, 31 Oktober 2025 — Suasana fajar di Masjid Ar-Rahman Parit 17 Sei Beringin pagi ini terasa khusyuk dan penuh keberkahan. jamaah Masjid Ar-Rahman mengikuti tausiyah subuh yang disampaikan oleh Ustaz M. Zulfahri, seorang penceramah muda yang dikenal dengan gaya yang lugas dan menyentuh hati. Kegiatan ini dilaksanakan usai salat Subuh berjamaah, menjadi bagian dari program rutin pembinaan iman dan ilmu di lingkungan Masjid Ar-Rahman.
Dengan tema “Kunci Surga Kalimat Lailahaillallah”, Ustaz Zulfahri mengajak jamaah untuk kembali merenungi makna terdalam dari kalimat tauhid, yang bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi harus tertanam kuat di hati dan diwujudkan dalam amal perbuatan. Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan bahwa “Lailahaillallah” bukan hanya simbol keislaman, melainkan juga fondasi utama yang menentukan keselamatan seorang hamba di dunia dan akhirat.
> “Kalimat Lailahaillallah bukan hanya kata yang mudah diucapkan, tetapi amanah besar yang menuntut pengakuan hati dan pembuktian amal. Inilah kunci surga yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang benar-benar mentauhidkan-Nya,” tutur Ustaz Zulfahri di hadapan jamaah.
Dalam penjelasannya, Ustaz Zulfahri memaparkan tiga makna utama dari kalimat tauhid. Pertama, pengakuan bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, menuntut setiap muslim menjauhkan diri dari segala bentuk syirik, baik besar maupun kecil. Kedua, kalimat ini menegaskan ketaatan total kepada Allah dan Rasul-Nya, sebagai wujud nyata dari cinta kepada Tuhan. Ketiga, kalimat tauhid menjadi sumber kekuatan spiritual, menumbuhkan ketenangan dan keteguhan dalam menghadapi ujian kehidupan.
Beliau juga menekankan pentingnya memperbarui iman melalui dzikir dan amal saleh, agar makna Lailahaillallah tetap hidup di hati setiap muslim. “Jangan biarkan kalimat ini hanya menjadi hiasan di lidah. Jadikan ia napas dalam setiap langkah hidup. Orang yang benar-benar hidup dengan tauhid, hidupnya akan dipenuhi keberkahan,” ujarnya tegas.
Kegiatan tausiyah subuh ini menjadi momen penting bagi masyarakat Sei Beringin untuk memperdalam pemahaman agama dan memperkuat persaudaraan sesama muslim. Tak sedikit jamaah yang mengaku terinspirasi dan bertekad memperbanyak dzikir Lailahaillallah dalam kehidupan sehari-hari.
> “Semoga kalimat Lailahaillallah bukan hanya diucapkan di bibir, tapi menjadi cahaya yang menerangi hati dan amal kita semua,” tutup Ustaz Zulfahri dengan penuh harap.
Dengan berakhirnya tausiyah tersebut, pagi di Sei Beringin terasa lebih hangat dan penuh makna. Di balik kesejukan udara subuh, gema kalimat tauhid terus bergema di hati para jamaah — menjadi pengingat bahwa kunci surga sesungguhnya terletak pada kemurnian iman kepada Allah Yang Maha Esa.
( IR )
