Iklan

Iklan

,

Iklan

REDYNEWS.COM Investigasi dan fakta

PERJALANAN MAURA ERNITA MENUJU PANGGUNG NASIONAL: DUKUNGAN KELUARGA, INSAN PERS, DAN TOKOH ADAT ANTARKAN PUTRI INHIL RAIH RUNNER-UP IV DUTA BUDAYA INDONESIA 2026

Selasa, 27 Oktober 2026, 21:07 WIB Last Updated 2026-10-27T14:07:32Z


REDYNEWS.COM
, PEKANBARU, RIAU —Selasa 27/10/2026- REDY NEWS— Perjalanan Maura Ernita, perwakilan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, dalam ajang Duta Budaya Indonesia 2026 menjadi kisah perjuangan yang melibatkan dukungan keluarga, kekompakan insan pers, kepedulian lembaga adat, serta perhatian berbagai pihak yang mendorong generasi muda membawa budaya daerah ke tingkat nasional.


 Setelah melalui proses seleksi secara daring yang diselenggarakan Yayasan Duta Budaya Indonesia, Maura Ernita dinyatakan lolos sebagai Finalis Duta Budaya Indonesia 2026. Sejak pengumuman tersebut, berbagai persiapan dilakukan, mulai dari berdiskusi dan menggali materi kebudayaan hingga meminta nasihat serta arahan dari tokoh masyarakat, pemerintah, instansi, lembaga adat, dan perusahaan swasta.


 Rangkaian persiapan itu menjadi bagian penting dalam membekali Maura sebelum mewakili Provinsi Riau pada ajang nasional yang berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah, pada Oktober 2026.


 Perjuangan tersebut akhirnya mengantarkan Maura meraih gelar Runner-up IV Duta Budaya Indonesia 2026, sebuah pencapaian yang membanggakan keluarga dan masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir, sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Melayu Riau di tingkat nasional.


Keberangkatan 17 Oktober 2026, Awal Perjalanan Menuju Surakarta


 Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, Maura Ernita bertolak menuju Surakarta untuk mengikuti rangkaian karantina dan Grand Final serta malam puncak Duta Budaya Indonesia 2026.


 Keberangkatan Maura didampingi ayahnya, Samsul Saputra, serta Chiecha Adinda yang membantu memenuhi kebutuhan Maura selama karantina, termasuk persiapan penampilan dan tata rias atau make-up.


 Dalam perjalanan tersebut, Jakaria Djack Djamrie, yang juga dikenal dengan nama Djack Djamrie, menjalankan tugas jurnalistik sebagai Kaperwil Nasional Media IND INVESTIGASI. Ia berperan mengoordinasikan perjalanan peliputan, menjembatani komunikasi dengan berbagai pihak, serta mendokumentasikan perkembangan kegiatan Maura sejak persiapan, keberangkatan, karantina, malam puncak, hingga kepulangannya ke Provinsi Riau.


 Dukungan publikasi juga melibatkan sejumlah insan pers, di antaranya Bang Dadang dan Leni Astri Yani dari media redynews, bersama rekan-rekan lainnya yang turut membantu memublikasikan perjalanan Maura.


 Bagi tim media, kegiatan tersebut bukan sekadar mendampingi seorang finalis mengikuti kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghadirkan produk jurnalistik mengenai perjuangan putri daerah, pelestarian budaya, serta pertemuan dengan sejumlah tokoh dan lembaga bersejarah.


Djack Djamrie Apresiasi Kekompakan Tim Media


 Djack Djamrie menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh rekan media yang telah memberikan dukungan sejak tahap persiapan hingga Maura menyelesaikan rangkaian kegiatan di Surakarta.


“Saya bangga terhadap tim saya yang telah membantu berbagai proses ini sejak awal. Kekompakan teman-teman wartawan sangat saya apresiasi. Hingga akhirnya, Bang Dadang, Kak Leni dari media redynews, dan yang lainnya mampu menjadi orang-orang terbaik yang mengantarkan saya melangkah ke Surakarta untuk mewakili mereka dalam memproduksi produk jurnalistik terkait pelaksanaan Duta Budaya Indonesia 2026, kunjungan ke Monumen Pers, serta bertemu dengan Pak Jokowi,” ujar Djack.


 Menurutnya, kerja sama antarinsan pers menjadi bagian penting dalam menyampaikan informasi mengenai perjalanan Maura kepada masyarakat, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Melayu Riau melalui pemberitaan.


 Djack juga menyampaikan terima kasih kepada Indra Syahputra selaku Ketua GWI DPC Kabupaten Indragiri Hilir (Gabungan Wartawan Indonesia) yang telah memberikan dukungan melalui surat penugasan khusus untuk peliputan melalui Media IND INVESTIGASI.


 Selain itu, ia mengapresiasi Rosmely selaku Ketua PPWI Kabupaten Indragiri Hilir (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) yang terus memberikan perhatian, dukungan, dan motivasi selama dirinya menjalankan tugas jurnalistik di Surakarta.


“Bukan hanya para personel wartawan dan perusahaan medianya saja. Saya juga wajib mengucapkan terima kasih kepada pimpinan saya di GWI DPC Kabupaten Indragiri Hilir, Indra Syahputra, yang telah memberikan surat penugasan khusus melalui Media IND INVESTIGASI. Terima kasih juga kepada Kak Rosmely, Ketua PPWI Kabupaten Indragiri Hilir, yang selalu bertanya kepada saya saat sedang berada dalam perjalanan menuju Surakarta hingga tuntas,” ungkapnya.


 Melalui Rosmely, Djack turut menyampaikan apresiasi kepada Wilson Lalengke selaku Ketua Umum PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) atas motivasi yang diberikan agar dirinya terus menjadi insan pers yang tangguh dan berintegritas.


“Melalui Kak Rosmely, saya menyampaikan terima kasih yang tiada terhingga kepada Ketum PPWI di Jakarta, Pak Wilson Lalengke, yang memberikan motivasi khusus kepada saya untuk menjadi personel pers yang tangguh dan berintegritas. Namun, sayangnya, saya belum bisa berkunjung ke kediaman beliau di Jakarta saat hendak kembali pulang, Padahal sudah komunikasi melalalui panggilan WhatsApp dan Telah diberi jadwal” tambah Djack.


Tameng Adat LAMR Inhil Konsisten Mendorong Maura


Di antara pihak yang berperan sejak awal perjalanan Maura adalah Tameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Indragiri Hilir.


 Mok Edy Sabara di Tembilahan bersama Datuk Efrizon Maspoen Thaib turut memberikan dorongan agar Maura membawa marwah dan kebudayaan Melayu ke panggung nasional.


 Dukungan tersebut berlanjut ketika Maura dan tim melakukan perjalanan pulang menuju Pekanbaru. Datuk Efrizon menyambut kedatangan rombongan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, membantu pendampingan selama berada di Pekanbaru, serta mendukung agenda silaturahmi dengan tokoh adat di tingkat provinsi.


 Datuk Efrizon Maspoen Thaib, S.P., yang dikenal sebagai Ketua I Bidang Organisasi dan Kelembagaan LAMR Inhil sekaligus Ketua Tameng Adat LAMR Inhil, menilai perjalanan Maura dan tim merupakan perjuangan yang patut diapresiasi.


“Iba hati saya saat membaca dan menonton berita Maura di hari kedua itu, yang mana saat diwawancarai oleh panitia. Saya memahami perjalanan tim Maura Ernita sejak awal. Djack selalu bercerita, namun saya yakin tim Maura adalah tim yang kuat dan mandiri di bawah komando Saudara Jakaria,” ujar Datuk Efrizon.


 Pernyataan tersebut menggambarkan perhatian Datuk Efrizon terhadap perjuangan Maura, termasuk proses persiapan dan pendampingan yang tidak selalu mudah selama mengikuti kegiatan di luar daerah.


 Bagi Djack, dukungan Datuk Efrizon memiliki arti tersendiri. Ia menilai perhatian tersebut bukan hanya karena kedudukan Datuk Efrizon dalam lembaga adat, melainkan juga karena kepedulian pribadi yang ditunjukkan sejak keberangkatan hingga kepulangan Maura.


 Djack menyampaikan apresiasi atas penyambutan di bandara, bantuan tempat beristirahat, jamuan makan, serta pendampingan yang diberikan kepada Maura dan tim selama berada di Pekanbaru.


 

Samsul Saputra, Sosok Ayah di Balik Perjuangan Maura


Di balik keberhasilan Maura Ernita meraih Runner-up IV Duta Budaya Indonesia 2026, terdapat peran besar sang ayah, Samsul Saputra.


Sejak awal, Samsul berkomitmen mendampingi putrinya mengikuti ajang nasional tersebut. Dengan segala keterbatasan, ia berusaha mempersiapkan keberangkatan dan memastikan Maura mendapatkan dukungan keluarga selama menjalani kompetisi.


“Saya punya sedikit tabungan untuk anak saya. Kami tetap akan berangkat ke Solo dan saya akan mendampingi anak saya. Menurut saya, anak saya membutuhkan peran saya sebagai tempat mengadunya. Saya cuma ingin membahagiakan anak saya, Bang,” ujar Samsul kepada wartawan sebelum keberangkatan.


 Sebagai seorang ayah, Samsul memahami bahwa kehadirannya bukan semata-mata untuk menemani perjalanan, tetapi juga memberikan ketenangan dan semangat kepada Maura ketika menghadapi berbagai tahapan kompetisi.


 Namun, untuk memperkaya materi kebudayaan dan wawasan mengenai budaya Riau yang akan dibawa ke tingkat nasional, Maura juga membutuhkan masukan dari tokoh adat, pemerintah, instansi, dan berbagai kalangan yang memahami kekayaan budaya daerah.


 Di sinilah dukungan tim media dan lembaga adat menjadi bagian penting dalam membantu memperluas wawasan serta membuka ruang komunikasi bagi Maura.


 “Saya berterima kasih kepada Bang Djack ,Kak Leni dan kawan-kawan medianya. Saya memahami ini berkat peran media yang mampu bekerja untuk mengangkat anak saya hingga dikenal tokoh-tokoh utama di Inhil dan sampai kembali ke Provinsi Riau,” ungkap Samsul.


 Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Djack Djamrie yang mengarahkan perjalanan hingga Maura berkesempatan bersilaturahmi dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di kediamannya di Surakarta pada 22 Oktober 2026.


 Bagi Samsul dan keluarga, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga yang menambah kebahagiaan atas perjuangan Maura.


“Terima kasih kepada Pak Dandim, Pak Kapolres, Bupati dan Wakil Bupati, Mak Tin, kepala-kepala dinas, tokoh lembaga adat, serta teman-teman media. Tanpa bantuan semuanya, saya dan Maura tidak akan sampai di titik ini,” ujar Samsul.


Perjalanan Pulang: Dari Jakarta Menuju Pekanbaru


 Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Surakarta, perjalanan pulang Maura Ernita dan tim dimulai pada Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, menggunakan bus menuju Jakarta.


 Rombongan tiba di Jakarta sekitar pukul 05.00 WIB pada keesokan harinya. Setelah beristirahat di hotel, tim memanfaatkan waktu untuk menikmati suasana ibu kota, termasuk mengunjungi kawasan Monumen Nasional (Monas).


 Dalam rangkaian tugas jurnalistiknya, Djack Djamrie juga mengunjungi Monumen Pers Nasional di Surakarta pada 22 Oktober 2026 untuk menelusuri jejak sejarah pers Indonesia. Kunjungan itu menjadi bagian tersendiri dari pengalaman peliputan selama mendampingi perjalanan Maura.



 Kepulangan Tim Maura Ernita yang sejak awal dari solo di disepakati hanya menggunakan Bus umum menuju Jakarta, dan dari Jakarta melanjutkan perjalanan menggunakan Bus kembali menuju kota Jambi, kemudian baru menuju Kuala Tungkal Baru naik speedboat menuju kota tembilahan,


 Namun, mendengar cerita dari tim Maura Ernita ini, Datuk Efrijon membantu Dana untuk memudahkan perjalanan Maura Ernita dan tim ini agar menggunakan Transportasi udara .


 Pada hari kepulangan, rombongan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk melanjutkan penerbangan ke Pekanbaru. Setibanya di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Maura dan tim disambut oleh Datuk Efrizon Maspoen Thaib dari Tameng Adat LAMR Inhil.


 Setelah tiba, Maura dan tim memperoleh tempat beristirahat di kediaman Datuk Efrizon dan dijamu makan siang. Selanjutnya, tim media turut mengatur kesempatan bagi Maura untuk bersilaturahmi dengan relasi bisnis di Pekanbaru, bertempat di Wareh Kopie.


 Dalam suasana santai dan penuh keramahan, Maura juga diperkenalkan kepada Ketua Tameng Adat LAMR Provinsi Riau sebagai bagian dari upaya memperluas silaturahmi dengan kalangan yang memiliki perhatian terhadap kebudayaan Melayu.


26 Oktober 2026: Maura Terima Tunjuk Ajar di Balai Adat LAMR Riau


Agenda penting berikutnya berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, sekitar pukul 10.30 WIB. Sesuai jadwal yang telah direncanakan, Maura Ernita bersilaturahmi ke Balai Adat LAMR Provinsi Riau di Jalan Diponegoro, Pekanbaru.


 Dalam kunjungan tersebut, Maura didampingi Datuk Efrizon Maspoen Thaib, S.P. Rombongan disambut oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Riau, Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, dan Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, bersama jajaran tokoh adat dan pengurus lembaga.


 Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan, Maura menyampaikan pengalaman selama mengikuti ajang Duta Budaya Indonesia 2026, mulai dari proses karantina, presentasi advokasi, hingga keberhasilannya meraih gelar Runner-up IV.


 Setelah mendengarkan cerita perjalanan Maura, Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf menyampaikan nasihat dan tunjuk ajar mengenai pentingnya menjaga identitas budaya Melayu, memperluas wawasan, serta menggunakan prestasi sebagai kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Riau kepada masyarakat yang lebih luas.


“Kita berharap, anak kita Maura Ernita ini terus mencetak prestasi, membawa nama budaya Riau ke tingkat nasional hingga ke negara lain,” ujar Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf saat menerima silaturahmi Maura Ernita di Balai Adat LAMR Provinsi Riau, Pekanbaru, Senin (26/10/2026).


 Maura menyampaikan terima kasih atas sambutan dan kesempatan bersilaturahmi dengan para tokoh adat. Ia menilai arahan yang diterimanya menjadi bekal penting untuk melanjutkan peran sebagai generasi muda yang peduli terhadap pelestarian budaya.


 Selain itu, Maura berharap dapat memperoleh kesempatan untuk bersilaturahmi dengan Gubernur Riau agar dapat menyampaikan pengalaman serta gagasannya dalam memperkenalkan budaya Melayu kepada generasi muda.


 Setelah menyelesaikan agenda silaturahmi di Pekanbaru, Maura direncanakan kembali ke Kabupaten Indragiri Hilir.


Lebih dari Sekadar Gelar, Ada Amanah Melestarikan Budaya


 Perjalanan Maura Ernita menuju panggung nasional memperlihatkan bahwa prestasi seorang anak daerah dapat tumbuh melalui kerja sama banyak pihak.


 Dukungan ayah, Samsul Saputra, pendampingan Chiecha Adinda, kerja jurnalistik Djack Djamrie bersama rekan-rekan media, Leni Astri Yani dari Media Redy news dan dukungan organisasi pers melalui Indra Syahputra dan Rosmely, serta perhatian Tameng Adat LAMR Inhil dan tokoh adat Provinsi Riau menjadi bagian dari rangkaian perjalanan tersebut.


 Bagi Maura, gelar Runner-up IV Duta Budaya Indonesia 2026 bukanlah akhir perjalanan, melainkan kesempatan untuk melangkah lebih jauh dalam memperkenalkan budaya Melayu Riau.


 Melalui dukungan berbagai pihak, diharapkan semakin banyak generasi muda yang mengenal, mencintai, dan ikut menjaga tradisi serta kearifan lokal sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.


NARASUMBER DAN KETERANGAN JURNALISTIK:


1. Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf — Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Provinsi Riau.

2. Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil — Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau.

3. Datuk Efrizon Maspoen Thaib, S.P. — Ketua I Bidang Organisasi dan Kelembagaan LAMR Kabupaten Indragiri Hilir serta Ketua Tameng Adat LAMR Inhil.

4. Samsul Saputra — Ayah Maura Ernita.

5. Maura Ernita — Runner-up IV Duta Budaya Indonesia 2026, perwakilan Provinsi Riau dari Kabupaten Indragiri Hilir.


Jurnalis: Leni Astri Yani 

Media: redynews.

Iklan

Tren untuk Anda