REDYNEWS,COM, HUMBAHAS - Warga desa Martodo kecamatan Baktiraja Kab Humbang Hasundutan tidak dapat membendung kekecewaan terhadap perusahaan Cina yang memiliki PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro). dimana saat warga membuat permohonan penerangan jalan menuju desa tidak diperdulikan, rabu (14/5/25)
Saat awak media ini mendantangi perusahaan milik Cina tersebut didamping, cln.pinpinan KBNI (Korb Bela Negara Indonesia) Humbang hasundutan, menyampaikan permohonan penerangan lampu dijalan sekitar desa martodo sesuai dengan permohonan agar penerangan lampu dijalan bisa dibangun agar bisa membantu aktivitas warga saat malam, namun hal yang mengejukan permohonan ini diangap permohonan itu tidak resmi.
Menurut Bapak Sitorus yang juga sebagai cln pinpinan KBNI " Cina yang dibakkara ini lebih resmi dan memikirkan diri sendiri ketimbang warga masyarakat disini terbukti saya menilai dari tulisan cinanya yang tertempel di dinding dari pada memakai bahasa resmi Indonesia? dari sini patut kita pertanyakan tentang stastus perusahaan cina ini yang tidak pro rakyat" ungkapnya
Sitorus Menambahakan "Kami Melihat keadaan desa dimana perusahaan berdiri PLTMH di Desa Marbun dolok, kecamatan Baktiraja Kab Humbang Hasundutan, berdiri PLTM perusahaan yang menghasilkan listrik hingga 12.MW tetapi sangat perhitungan pada warga yang membutuhkan penerangan lampu dijalan diman rasa keadilan itu apakah mereka hanya memcari keuntungan semata tampa memikirkan warga terdampak? umpasa ni namatua mandok MAUAS DITORUNI SAMPURAN.(haus dibawah air mancur) kata kata itu bermunculan mulai saat itu juga. GOLAP DI SUMBER LISTRIK(Gelap disumber Listrik) itulah yang dirasakan warga sekitar PLTM yang menghasilkan kurang lebih 12.MW." ungkapnya.
salah satu warga Bapak BAnjar Nahor mengungkapakan "Kita sudah menyampaikan permohonan lampu dijalan bulan januari lalu pada tanggal 09-01-2025namun hingga saat ini jawaban sedang dibelanjakan. sementara lampu yang di mohon hanya 36.titik hampir setengah tahun tidak dapat realisasi.ini adalah kepentingan umum bukan kepentingan pribadi" tuturnya
Menurut Banjarnor "Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Humbang Hasundutan, pernah menanyakan permohonan penerangan dijalan yang diberikan oleh warga yang disampaiakn awak media, jawaban pihak perusahaan, ya benar permohonan warga yang didampingi salah satu pihak media akan segera diberikan, dan dipasang sekitar desa Martodo, untuk dapat menbantu aktivitas warga. akan tetapi hingga saat berita ini terbit tak satupun lampu yang terpasang.
Padahal sewaktu ingin mendirikan perusahaan, banyak permintaan warga, yang menurut warga ada 11, namun karena tidak tertulis seakan itu hanya hayalan sebelum tidur. salah satunya lampu gratis, buat warga desa martodo, namun setelah berdir meminta penerangan saja semua berbelit belit.
Perjanjian antara warga & pemilik perusahaan, sebelum perusahaan itu didirikan, hanya manis dibibir tak satupun yang bisa didapatkan warga, orang tua yang memberikan ijin saat itu, berprinsip bahwa manusia saat itu masih dipercaya, seperti pepatah batak mengatakan. MOLO JOLMA HATA DO SITIOPON. MOLO HORBO & LOMBU TALINADO SITIOPON.(Manusia Katanya Yang bisa dipegang namun Kerbau Talinya yang kita Pegang) perkataan itu sudah tidak lagi berlaku, sipat komunis dari cina mulai terlihat, jalan yang digunakan kariawan PLTM pun tidak bisa di urus.
Perlu juga kita ketahui Pihak cina telah membor dan membuat terowongan yang cukup panjang di wilayah dinding bakkara, yang usianya pasti tiba, akan hancur suatu saat, berarti titipan bencana bagi generasi yang tinggal dibakkara hanya menghitung waktu, mereka yang membuat terowongan itu munhkin akan pindah setelah usia terowongan hamipir tiba, merekalah yang tau kwalitas bangunannya, namun merasa Tuhan saat ditemui,
