Redynews.com, PEKANBARU -- Ketua DPD LSM PENJARA Indonesia Provinsi Riau, Ir. Nazaldi, merasa terkejut sekaligus merasa prihatin dengan situasi tidak menyenangkan yang terjadi di internal pengurus LSM PENJARA Indonesia.
Belakangan ini, pemberitaan di sejumlah Media Online terkait proyek pembangunan Gedung baru SMK di Kabupaten Bengkalis dan di Kabupaten Siak oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
Pemberitaan itu berdasarkan keterangan Narasumber yang merupakan pengurus DPD LSM PENJARA Indonesia, dalam hal ini Sekretaris yaitu, Reksi Sochi Lase dengan panggilan, Relas dan satu lagi pengurus lainnya yakni, Melison Hulu.
Nazaldi tidak persoalkan soal pemberitaan karena itu sudah menjadi kewenangan para Wartawan dari masing-masing Media.
Namun, yang dipersoalkan Nazaldi terkait dengan tidak adanya Koordinasi antar pengurus atau kepada Pimpinan LSM PENJARA Indonesia Riau atas pergerakan pengurus yang mengatasnamakan LSM PENJARA.
Ternyata, berdasarkan penelusuran di lapangan, Nazaldi pertama sekali membaca berita. Dalam pemberitaan itu, tertulis LSM PENJARA telah turun ke Bengkalis, menyurati Dinas Pendidikan Riau tanggal 18 September 2025 hingga melaporkan proyek tersebut ke Kejati Riau pada tanggal 7 Oktober 2025.
Sangat disayangkan, ternyata investigasi lapangan, menyurati Disdik Riau hingga Laporan ke Kejati Riau yang dimotori beberapa oknum pengurus, tidak ada koordinasi apa pun kepada Nazaldi selaku Ketua.
"Saya tidak tinggal diam setelah saya membaca berita dan menelusuri hingga mendapatkan data dan fakta di lapangan, ternyata selama ini, beberapa oknum di internal DPD LSM PENJARA Indonesia Riau melakukan pergerakan secara diam-diam tanpa koordinasi ke saya selalu Ketua," ungkap Nazaldi kepada Awak Media melalui tulisannya. Minggu, (02/11/2025).
Hal yang paling berbahaya, lanjut Nazaldi, selain para oknum ini bergerak dan tidak melakukan koordinasi kepada Pimpinan, surat menyurat yang dikeluarkan baik ke Dinas Pendidikan maupun Laporan ke Kejati Riau, nama dan tandatangan Ketua Nazaldi dicatut secara ilegal. Tandatangan di Scanner.
"Setelah saya telusuri ke Disdik Riau dan ke Kejati, ternyata benar, dalam surat itu nama dan tandatangan saya dicatut secara ilegal, ini sangat berbahaya. Selain merusak nama baik saya dan nama LSM, hal ini juga saya ingatkan kepada beberapa oknum tentang jeratan hukum atas dugaan merekayasa, pemalsuan administrasi LSM PENJARA Indonesia," tegas Nazaldi.
Ketua Nazaldi juga telah bertemu dengan Sekretaris DPD LSM PENJARA Indonesia Riau, Relas, di Jalan Hangtuah guna untuk meminta klarifikasi terkait kejadian itu, namun jawaban Relas tidak memuaskan dan malah bicara soal "Periuk Nasi".
"Saya dan Bendahara, H. Amir bersama Relas bertemu di Jalan Hangtuah, Pekanbaru, membicarakan persoalan ini. Namun Relas tidak mau klarifikasi apa yang telah mereka lakukan di lapangan, malah Relas bicara soal Periuk Nasi saya dengan Periuk Nasi dia. Pertemuan itu tidak ada hasil yang berarti karena Relas merasa angkuh. Saya kecewa!," sebut Nazaldi.
Atas peristiwa ini, Ketua Nazaldi juga mengaku telah berupaya melakukan koordinasi kepada Ketua Umum LSM PENJARA Indonesia di Jakarta dengan menghubungi via Telepon WhatsApp beberapa kali, namun Ketum tidak mau merespon.
Nazaldi merasa ada yang tidak beres, jangan-jangan Ketum termakan isu tidak sedap, misalnya Ketum dihasut oleh oknum tertentu dengan cara ucapan buruk terhadap dirinya sehingga Ketum termakan isu sepihak dan kemudian Ketum merasa hasutan itu benar.
"Dari semua yang terjadi, saya sudah berupaya untuk melakukan koordinasi kepada Ketum, saya hubungi beberapa kali, namun Ketum tidak merespon atau tidak membalas WA saya. Jika Ketum mau merespon saya, maka semua fakta yang sebenarnya akan terungkap," terang Nazaldi.
Melakukan Pertemuan Rapat Mosi Tidak Percaya
Terungkap, bahwa ternyata beberapa oknum telah melakukan pertemuan Rapat dengan agenda "Mosi Tidak Percaya" terhadap Ketua Nazaldi berdasarkan data yang bocor dan berhasil didokumentasikan oleh Nazaldi.
Dalam surat Mosi Tidak Percaya itu, dicantumkan nama-nama sejumlah pengurus. Sayangnya, Undangan pertemuan itu hanya diberikan kepada beberapa nama saja tanpa diketahui Pimpinan atau Ketua.
Bukan itu saja, terakhir pada Sabtu, (01/11/2025), ada kebocoran informasi dari internal soal Undangan pertemuan Rapa yang dilaksanakan di Rumbai, namun dalam Undangan itu belum diperjelas apa yang dibahas.
"Artinya, semua pergerakan mereka ini tanpa memberitahukan ke saya dan juga tanpa pengetahuan saya selaku Pimpinan, ini jelas ilegal. Terkait dengan pencatutan nama dan tandatangan saya pada surat ke Disdik Riau dan Laporan ke Kejati Riau, saya sedang memikirkan upaya menempuh jalur hukum!!," ucap Nazaldi dengan nada tinggi.
LSM PENJARA Indonesia yang memiliki legalitas badan hukum atas nama Notaris : Eko Ismanto, SH dan Administrasi Hukum Umum Kemenkum HAM RI ini, dirusak oleh para oknum demi kepentingan kelompok!! (Bersambung...)
