Redynews.com, Padang,- Spanduk bertuliskan "TOLONG JANGAN DITUTUP" terbentang di depan pagar putih Kantor Gubernur Sumatera Barat, Senin 22/06/2026. Di balik spanduk itu, puluhan ibu rumah tangga menahan air mata sambil menyampaikan satu kegelisahan, takut anaknya putus sekolah.
Kalimat "KALAU TAMBANG DITUTUP MAKA KAMI TIDAK MAMPU MEMBIAYAI ANAK2 UNTUK MAKAN YANG SAAT INI MASIH BERSEKOLAH DIRANTAU" jadi simbol aksi damai pekerja tambang rakyat Sumbar hari ini. Bagi mereka, tambang bukan soal untung-rugi. Ini soal dapur yang mengepul dan bangku sekolah yang harus tetap terisi.
Aksi Damai, Bukan Perlawanan, Aksi ini secara fakta berlangsung tertib di bawah pengamanan aparat kepolisian. Massa tidak berteriak atau memblokir jalan. Mereka hanya berdiri, membentangkan spanduk, dan menyampaikan aspirasi secara damai.
"Kami tidak datang untuk melawan pemerintah. Kami hanya ibu-ibu yang ingin anak kami tetap makan dan sekolah," ujar salah seorang peserta aksi dengan suara bergetar.
Tambang sebagai sumber hidup keluarga,
Bagi warga, aktivitas tambang rakyat selama ini jadi tumpuan ekonomi utama. Dari hasil tambang itulah mereka membeli beras, membayar uang sekolah, hingga membiayai anak yang kuliah di luar daerah atau "merantau".
Kekhawatiran terbesar mereka muncul jika tambang ditutup tanpa ada alternatif pekerjaan. Ancaman putus sekolah dan sulitnya memenuhi kebutuhan sehari-hari jadi alasan utama aksi ini digelar.
Harapan Dialog, hal ini bukan keputusan sepihak, para ibu dan pekerja tambang berharap pemerintah membuka ruang dialog. Mereka meminta kebijakan yang tidak hanya bicara soal regulasi dan lingkungan, tapi juga mempertimbangkan nasib ribuan keluarga kecil yang menggantungkan hidup di sektor ini.
"Mereka tidak minta kemewahan. Yang mereka minta hanya kesempatan bekerja dan menyekolahkan anak sampai lulus," demikian harapan yang mengemuka di tengah aksi.
Kini, keputusan ada di tangan pemerintah. Di balik spanduk dan terik matahari Padang hari ini, tersimpan pesan sederhana dari rakyat kecil: beri kami ruang untuk hidup dan memastikan anak-anak kami punya masa depan.(Sugianto)
