Iklan

Iklan

,

Iklan

REDYNEWS.COM Investigasi dan fakta

"Atlet Kuansing Vs Atlet Nasional", Alam Cahayo Tuah Nagoghi Sang Juara Tahun 2026

Senin, 24 Agustus 2026, 06:43 WIB Last Updated 2026-08-23T23:43:33Z


REDYNEWS.COM
, KUANTAN SINGINGI,– Gelombang air Sungai Kuantan sore itu menjadi saksi bisu menetesnya air mata haru ratusan ribu pasang mata. 


Minggu (23/8/2026), sekira pukul 17.00 WIB, Tepian Narosa berubah menjadi lautan emosi saat jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi memotong garis finis dan resmi dinobatkan sebagai sang juara Event Nasional Pacu Jalur 2026.


Bukan sekadar raihan trofi. Kemenangan anak-anak kampung dari Kecamatan Cerenti* ini terasa amat mengoyak dada. Mereka berhasil membuktikan bahwa kebanggaan tanah kelahiran dan tradisi tak bisa dibeli dengan modal apa pun.


Di laga penentu, Alam Cahayo Tuah Nagoghi tampil begitu perkasa melibas juara bertahan, Bintang Emas Cahaya Intan. Jalur lawan bukanlah penantang sembarangan — mereka bertumpu pada deretan atlet dayung profesional sewaan asal Pulau Jawa dan Jambi yang dibayar khusus untuk menang.


Namun, di atas riak air Kuantan, dayung profesional itu harus bertekuk lutut di hadapan ikatan batin pemacu lokal. Putra-putra asli Cerenti mengayuh bukan sekadar mengejar garis finis, melainkan mempertahankan harga diri tanah leluhur mereka.


Kemenangan ini langsung memantik gelombang haru. Anggota DPRD Provinsi Riau asal Cerenti, Zuhendri, mengungkapkan betapa dalamnya nilai emosional di balik kayuhan anak-anak daerah tersebut.


"Mereka anak kampung yang sungguh menjiwai pacu jalur sebagai budaya mereka. Siang dan malam mereka berlatih tanpa lelah. Mereka menangis saat kalah, dan kembali berurai air mata bahagia saat menang. Hal yang penuh jiwa seperti ini tidak akan pernah kita temukan pada pemacu bayaran," tutur Zuhendri penuh haru.


Pesan Bijak Untuk Putra Daerah

Kemenangan ini adalah tamparan sekaligus pelajaran. Bahwa para juara belum tentu lahir dari atlet nasional. Kuncinya bukan siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling disiplin, paling kompak, dan paling patuh pada arahan pelatih.


Kepada seluruh anak pacuan putra daerah di 15 kecamatan Kuansing


Jangan pernah merasa kalah sebelum bertanding. Asah terus kemampuan, jaga kekompakan, dan dengarkan pelatih. Karena di Pacu Jalur, yang menang bukan jalur tercepat, tapi jalur yang paling bersatu hatinya.


Bintang Emas Cahaya Intan yang bertabur atlet "impor" hari ini berhasil ditundukkan. Itu bukti nyata, tanah Kuansing melahirkan pendekar-pendekarnya sendiri.


Saat meriam penanda kemenangan berdentum, ribuan warga yang memadati sepanjang sungai tak lagi mampu menahan air mata bahagia. Nama Alam Cahayo Tuah Nagoghi dielu-elukan bagai pahlawan. 


Sore itu, Tepian Narosa tak hanya merayakan sebuah kejuaraan, tetapi merayakan kemenangan jiwa, cinta, dan harga diri putra daerah Kuansing atas tanah kelahirannya.(Sugianto)

Iklan

Tren untuk Anda