REDYNEWS.COM, ACEH TIMUR – Pimpinan Central Media Rakyat Nasional (CMRN), Hawalies Abwar, menyampaikan apresiasi kepada PT Medco E&P Malaka bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) atas terselenggaranya kegiatan Media Edukasi dan Gathering bersama insan pers yang berlangsung pada 29–30 Oktober 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema “Etika dalam Membuat Konten Jurnalistik di Media Sosial” tersebut dinilai menjadi salah satu langkah positif dalam membangun komunikasi, memperkuat kemitraan, sekaligus meningkatkan kapasitas dan pemahaman insan pers terhadap perkembangan industri hulu minyak dan gas bumi (migas), khususnya di wilayah Aceh.
Hawalies Abwar menilai, kegiatan edukasi seperti ini memiliki arti penting bagi dunia jurnalistik. Pasalnya, perkembangan teknologi informasi dan media sosial saat ini menuntut insan pers untuk semakin profesional, cermat, serta bertanggung jawab dalam memproduksi dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, jurnalis tidak hanya dituntut mampu menyampaikan informasi secara cepat, tetapi juga harus mengedepankan prinsip akurasi, keberimbangan, verifikasi, serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik. Terlebih di tengah derasnya arus informasi digital yang terkadang sulit dibedakan antara fakta, opini, dan informasi yang belum terverifikasi.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Medco E&P Malaka dan BPMA yang telah menginisiasi kegiatan Media Edukasi dan Gathering ini. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi insan pers, bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk menambah wawasan dan meningkatkan pemahaman mengenai industri hulu migas," ujar Hawalies, Sabtu (31/10/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa hubungan antara perusahaan dan media massa idealnya dibangun melalui komunikasi yang terbuka, saling menghargai, serta dilandasi semangat kemitraan yang profesional.
Dalam konteks industri migas, menurutnya, media memiliki peran penting untuk menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat, baik menyangkut aktivitas perusahaan, perkembangan industri, kontribusi terhadap daerah, maupun berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian publik.
Karena itu, pemahaman terhadap sektor hulu migas menjadi bekal penting bagi wartawan agar mampu menghasilkan pemberitaan yang lebih komprehensif, informatif, dan tidak keliru dalam memahami persoalan teknis maupun kebijakan yang berkaitan dengan industri tersebut.
Hawalies menambahkan, kegiatan edukasi yang mempertemukan pihak perusahaan, BPMA, dan insan pers juga dapat menjadi jembatan komunikasi dalam membangun pemahaman bersama. Dengan adanya ruang dialog seperti ini, diharapkan berbagai informasi dapat tersampaikan secara lebih terbuka dan dapat dipahami dengan baik oleh para jurnalis.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa profesionalisme pers tetap harus dijaga. Apresiasi terhadap kegiatan edukasi dan kemitraan tidak boleh menghilangkan independensi media dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya.
Menurutnya, pers tetap memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi berdasarkan fakta, melakukan verifikasi, serta menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan bertanggung jawab.
"Pers dan perusahaan memiliki ruang serta tanggung jawab masing-masing. Kemitraan yang baik bukan berarti menghilangkan independensi media, melainkan membangun komunikasi yang sehat agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.
Lebih lanjut, Hawalies berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menghadirkan materi edukasi yang lebih luas,termasuk pemahaman tentang regulasi migas, keselamatan operasional, pengelolaan lingkungan, tanggung jawab sosial perusahaan, serta kontribusi industri hulu migas terhadap pembangunan daerah.
Ia juga berharap PT Medco E&P Malaka dan BPMA terus membuka ruang komunikasi dengan insan pers, sehingga hubungan yang telah terbangun dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak sekaligus mendorong tersedianya informasi yang berkualitas bagi masyarakat.
"Harapan kami, kegiatan seperti ini terus berlanjut. Insan pers membutuhkan ruang edukasi dan akses informasi yang baik, sementara perusahaan juga membutuhkan media sebagai mitra komunikasi untuk menyampaikan informasi yang benar kepada publik. Jika komunikasi terbangun dengan baik, tentu akan memberikan dampak positif bagi keterbukaan informasi dan masyarakat," tutup Hawalies.
Kegiatan Media Edukasi dan Gathering tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara PT Medco E&P Malaka, BPMA, dan insan pers, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem informasi yang sehat, profesional, independen, "ungkapnya.
