Iklan

Iklan

,

Iklan

REDYNEWS.COM Investigasi dan fakta

NH Bantah Berita Salah Satu Media Online Dugaan Penganiayaan, NH "Tunjukan Bukti, Itu Sangat Merugikan Saya"

Jumat, 21 Maret 2025, 18:50 WIB Last Updated 2025-03-21T11:50:55Z

REDYNEWS.COM
, Binjai | Pemberitaan disalah satu media online yg mengatakan Dugaan NH melakukan penganiayaan, yang dilaporkan di polres Binjai yang dialami D.Purba adalah hoax tak mendasar dan tanpa bukti kuat.

Pasalnya NH (30 thn) yang dikatakan dalam pemberitaan salah satu media online, yang bekerja disalah satu rumah sakit swasta RSU Sylvani Binjai, dikatakan dalam pemberitaan tersebut Arogan dan diduga melakukan penganiayaan. 

NH menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya kepada awak media,kamis 20/03/2025. Saya" NH" berbicara sejujur-jujur nya.!! Dan tidak mengarang cerita pemberitaan!!

"Awal kejadian saya tidak tau apa-apa tentang kejadian dilokasi tempat istri saya berjualan es kelapa muda miliknya yang bersebelahan dengan jualan es milik D.Purba, saya mengangkat panggilan Telpon dari Abang sepupu saya J.Ginting, yang saat itu saya dalam perjalanan dari Binjai kota dan ingin kembali ke rumah sakit tempat saya bekerja di RSU Sylvani.


 Lanjut NH saya mendengar bahwa istri saya F.Siahaan sedang cekcok adu mulut diwarung es kelapa muda,lalu lekas saya sembari jalan pulang saya singgah diwarung tersebut sesampainya saya dilokasi tepatnya dipinggir jalan raya Teuku Amir Hamzah,depan asrama ex 121 mengendarai unit mobil ambulance,sehingga saya turun dan berjalan bertanya kepada istri saya ada apa kejadian sebenarnya dengan kata-kata "ada apa,kenapa?"

Pada saat saya keluar dari mobil dan berjalan sambil mengarah ke arah istri saya yang saat itu sedang cekcok dengan D.Purba,spontan D.Purba tiba-tiba mendatangi saya dengan mengatakan "apa-apa-apa" sambil membody bagian tubuh lengan sebelah kanan saya dan lengan kanan D.Purba.

Setelah Cass body dia terbawa emosi yang membabi buta dan spontan berlari kearah warung tersebut diduga mengambil sebilah samurai,dan mengancam ku bunuh kau,kubunuh kau,kau lihat ya,kapan kau gak jumpa ku kubunuh kau, dan pada saat kejadian itu juga beberapa orang dilokasi kejadian ada sekitar 4 atau 5 termasuk abang sepupu saya dan istrinya dan juga Adik ipar saya yang dibuktikan didalam VIDEO mereka berusaha menghalangi D.Purba yang diduga memegang sebilah samurai,sampai istri saya juga dilokasi mengambil rekaman kejadian itu,karna melihat D.Purba memegang  sebilah samurai dengan nada ancaman "ucap NH.

Tambahnya lagi,"pada saat itu istri NH F.Siahaan dan saksi-saksi lain dilokasi menyuruh NH pergi,seketika NH pergi mengendarai unit mobil ambulance kembali ke RSU Sylvani, sepulangnya bekerja sesampainya dirumah NH bertanya kejadian sebenarnya kepada F.Siahaan (istri NH) dan ABG sepupunya,J.Ginting.

Merasa terancam dengan tindakan yang diduga dilakukan D.Purba mengambil sebilah samurai dan dengan dugaan bahasa ancaman " Ku bunuh kau,ku bunuh kau,kau lihat,kapan kau gak jumpaku, ku bunuh kau"

NH didampingi istri (F.Siahaan) dan abang sepupunya J.Ginting dan  istrinya bergegas membuat laporan ke Polsek Binjai Utara sesampainya dipolsek Binjai Utara dan diterima oleh penyidik dan membuat laporan dengan LP/B/16/II/2025/SPKT/Polsek Binjai Utara tanggal 1 Maret 2025, demi mendapatkan keamanan dan keselamatan keluarga NH ,anak ,dan istrinya.!

Selang 4 hari setelah diduga D.Purba mendengar NH membuat laporan dengan LP/B/16/II/2025/SPKT/Polsek Binjai Utara tanggal 1 Maret 2025, /polsek Binjai Utara, NH juga mendengar diduga D.Purba membuat laporan split (banding) dipolres Binjai dengan tindak pidana penganiayaan dengan dugaan tanpa bukti yang jelas.

Dilihat dari salah satu pemberitaan mediaonline yang mengatakan NH yang bekerja disalah satu rumah sakit umum Sylvani diduga Arogan melakukan pendorongan dengan tudingan kedua tangan dikepal dan korban pun terlentang, yang mengalami sakit pada bagian dada mengatakan bahwa kewarung kelontong untuk mengambil handpone guna untuk menelpon paman korban diduga karangan belaka dan penuh dengan dugaan Hoax.

"Saya yakin dan percaya penyidik Polres Binjai dan Polsek Binjai Utara lebih pintar dan Provesional dalam menangani kasus ini,tidak termakan dugaan berita bohong dengan karangan belaka tanpa bukti yang jelas dan saya berharap juga untuk mediaonline tersebut sebelum menerbitkan berita diharapkan konfirmasi terlebih dahulu dan bekerja secara Profesional agar tidak adanya berita yang simpang siur yang diduga membela sebelah pihak."ucap NH.! 
(Tim)

Iklan

Tren untuk Anda