REDYNEWS. COM, Indragiri Hilir — Bentrok antara warga nyaris terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir, tepatnya di perbatasan Desa Pasir Mas Kecamatan Batang Tuaka dan Desa Rambaian Kecamatan Gaung Anak Serka.
Ketegangan bermula saat warga Desa Pasir Mas mengetahui ada alat berat beraktivitas di lahan kebun yang diduga milik , Sabtu 3 Mei 2025.
Selanjutnya beberapa warga secara damai mendatangi lokasi kebun yang sedang digarap alat berat dan meminta operator menghentikan aktivitas.
"Dari keterangan operator, mereka diperintahkan oleh perusahaan. Setelah alat berat meninggalkan area kebun, kami warga juga kembali pulang," terang Mantri salah seorang Warga Desa Pasir Mas saat menghubungi awak media (5/5/2025).
Setelah alat berat meninggalkan lokasi dan warga Pasir Emas membubarkan diri. Kemudian, insiden kembali memanas saat beberapa warga Pasir Mas mendapat tekanan dari kelompok yang mengatasnamakan Warga Desa Rambaian.
Warga yang sempat pulang akhirnya kembali ke lokasi untuk menyelamatkan rekan-rekannya, dan bentrok pun nyaris terjadi.
Dalam video berdurasi hampir 2 menit yang tersebar di Medsos tampak warga bersitegang dan ada yang membawa sajam. Warga akhirnya membubarkan diri dan bentrok tidak terjadi.
Sengketa ini berakar dari persoalan tapal batas antara Desa Pasir Emas dan Rambaian yang hingga kini belum mendapatkan keputusan jelas dari pihak berwenang.
Permasalahan ini sudah diajukan ke Komisi I DPRD Inhil dan juga dilaporkan ke Bupati Inhil, namun belum ada keputusan final. Warga Pasir Emas mengklaim memiliki legalitas atas lahan tersebut dan memperoleh tanah tersebut secara sah, bukan dengan menyerobot.
Asisten AFD 5 melalui sambungan telepon dengan Babinsa desa Pasir Emas, bahwa lahan tersebut tidak bermasalah dan justru akan dijual ke perusahaan oleh oknum yang mengatasnamakan warga Rambaian percakapan yang didengar langsung oleh warga karena dilakukan melalui pengeras suara di ponsel.
Rosmely, Ketua Dewan Persatuan Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesi (DPC PPWI ) mendesak Bupati Indragiri Hilir Haji Herman segera mengambil langkah tegas dan adil dalam menyelesaikan sengketa ini agar tidak terjadi konflik horizontal yang lebih besar di kemudian hari.
"Kita akan berikan data kepada bapak Bupati Inhil, berapa sebenarnya lahan yang resmi dimiliki perusahaan dan berapa yang tidak memiliki izin tapi digarap oleh perusahaan dan legalitas yang di miliki oleh warga Pasir Emas. Hal ini tidak bisa terus di biarkan," Ujar Mely.
Hingga berita ini di tebitkan. laporan dari warga yang pulang memancing, alat berat perusahaan masih terlihat beraktivitas. Hal ini meyakini bahwa mereka tidak memperdulikan kerusuhan yang terjadi. (Tim)
