Iklan

Iklan

,

Iklan

REDYNEWS.COM Investigasi dan fakta

Belum Rampung Proyek Kantor Inspektorat Dairi Rp 2,937 Miliar Sudah di Bayar 100 Persen

Jumat, 09 Januari 2026, 06:47 WIB Last Updated 2026-01-08T23:47:46Z


Redynews.com
, DAIRI.- Proyek pembangunan Kantor Inspektorat Kabupaten Dairi senilai Rp2,937 miliar yang bersumber dari APBD Dairi Tahun Anggaran 2025 disorot. Pasalnya, meski secara administrasi telah dibayarkan 100 persen per 31 Desember 2025, kondisi fisik bangunan di lapangan masih belum sepenuhnya rampung.


Pantauan wartawan di lokasi proyek di Jalan Palapa, Kelurahan Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang, Selasa (6/1/2026), menunjukkan aktivitas pengerjaan masih berlangsung. Sejumlah pekerja tampak melakukan pengecatan dinding, perbaikan plafon, hingga pendempulan lantai keramik.


Salah seorang tukang yang ditemui mengakui pekerjaan belum sepenuhnya selesai. “Masih ada yang didempul sebelum dicat,” ujarnya singkat.


Kondisi serupa terlihat di beberapa bagian bangunan lain. Dinding masih dalam proses pengecatan dan lantai keramik tampak belum sepenuhnya rapi. Secara kasat mata, pekerjaan fisik belum mencapai tahap penyelesaian penuh.


Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Dairi, Agus S Kacaribu, meminta agar konfirmasi teknis diarahkan langsung kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).


Sementara itu, PPK pembangunan Kantor Inspektorat, Provet Sitanggang, menyatakan proyek tersebut secara administratif telah selesai dan dibayarkan penuh per 31 Desember 2025.


“Pekerjaan sudah selesai. Yang masih dikerjakan itu hanya perapian di beberapa titik karena cat terlihat belang-belang, jadi kami minta dirapikan,” jelas Provet.


Terpisah, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Dairi, Rahmat Syah Munthe, membenarkan bahwa proyek pembangunan Kantor Inspektorat dengan pagu anggaran Rp2.937.088.977 telah dibayarkan 100 persen sesuai jadwal akhir tahun anggaran.


Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya aktivitas penyelesaian pekerjaan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai sinkronisasi antara progres fisik proyek dan penyelesaian administrasi pembayaran.

Iklan

Tren untuk Anda