Redynews.com, Kuantan Singingi,– Polsek Benai bersama unsur Forkopimcam dan masyarakat Desa Banjar Benai melaksanakan tradisi Doa ke Padang sebagai pembuka musim tanam padi tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Dusun Sontul, Desa Banjar Benai, Kecamatan Benai, Jumat (15/5/2026) pukul 12.00 WIB.
Tradisi yang digelar di tepi sawah ini dihadiri langsung Kapolsek Benai Ipda M. Ali Sodiq, bersama BPP Pertanian Kecamatan Benai, Forum Komunikasi Adat dan Alim Ulama, Kepala Desa Banjar Benai Edi Sapri, BPD, perangkat desa, Bhabinkamtibmas Bripka Marliwen Pides, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK, serta warga Desa Banjar Benai.
Rangkaian acara diawali dengan sholat berjamaah di Masjid Fathu Rizki, dilanjutkan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan Polri dengan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kades Banjar Benai Edi Sapri menyampaikan bahwa tradisi Doa ke Padang merupakan warisan leluhur yang turun-temurun dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
“Tradisi ini permohonan agar musim tanam tahun ini diberikan kelancaran, hasil panen yang baik, dijauhkan dari hama, penyakit, dan segala bentuk musibah. Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kekompakan masyarakat,” ujar Edi Sapri.
Kapolsek Benai Ipda M. Ali Sodiq mengapresiasi pelestarian tradisi tersebut. Ia menyebut Doa ke Padang bukan hanya ikhtiar spiritual, tetapi juga momentum menjaga kekompakan warga dan mendukung program Presiden RI.
"Ya, kegiatan seperti ini termasuk bagian dari dukungan terhadap program Ketahanan dan Swasembada Pangan Presiden RI," ucap IPDA M. Ali Sodiq.
"Kegiatan ini sesuai dengan arahan program nasional, Program Swasembada Pangan 2026 yang salah satunya di prioritas oleh Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya memastikan produksi pangan nasional, terutama beras dan jagung, bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa bergantung impor besar," kata Kapolsek Benai.
"Peran kami sebagai anggota Polri untuk mendukung lewat pendampingan, pengamanan, dan menjaga Kamtibmas di wilayah pertanian. Ini sesuai instruksi Kapolri dan pemerintah agar aparat ikut mengawal program pangan sampai ke tingkat desa," katanya.
Jadi, meski bentuknya tradisi budaya, substansinya nyambung langsung dengan upaya ketahanan pangan nasional. Desa Banjar Benai lewat kegiatan ini sedang ikut menjalankan program swasembada pangan yang dicanangkan.
“Selain itu kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Kamtibmas di Desa Banjar Benai. Keamanan, bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab kita bersama. Mari tingkatkan kepedulian lingkungan, jaga persatuan, dan hindari perpecahan,” tegas Kapolsek.
Ipda Ali juga mengimbau orang tua untuk mengawasi pergaulan anak muda agar terhindar dari narkoba, kenakalan remaja, balap liar, serta penggunaan media sosial yang tidak bijak.
Ketua FK APA, Jumaris, menambahkan bahwa tradisi ini adalah simbol kebersamaan dan gotong royong masyarakat Kuantan Singingi sebelum memulai bercocok tanam.
“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan, mempererat silaturahmi, dan memberi semangat bagi masyarakat menyambut musim tanam tahun ini,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan berakhir pukul 15.00 WIB dalam keadaan aman dan terkendali.(Sugianto)
