REDYNEWS.COM, Diduga, Supriadi dikeroyok sekitar 10 orang tak dikenal (OTK) disebut-sebut anggota intel di Jalan Bangau Sakti, Pekanbaru, Minggu, 5 Juli 2026.
Insiden ini memicu kecaman keras dari PMII Riau yang menilai tindakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap demokrasi, kebebasan berpendapat, serta supremasi hukum.
Berdasarkan kronologi dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 14.30 WIB saat Supriadi bersama sejumlah rekannya menggelar diskusi di Cafe Forkae, Jalan Bangau Sakti.
Diskusi tersebut disebut tidak luput dari pantauan aparat, bahkan PMII mengklaim seorang anggota intel berada di lokasi kegiatan.
Sekretaris PMII Kota Pekanbaru, Gusti Pardamean mengatakan, sekitar pukul 16.00 WIB, setelah diskusi, Supriadi bersama rekan-rekannya berpindah ke Kedai Sampuran masih berada di kawasan yang sama.
Tidak lama setelah tiba di lokasi, sekitar 8-10 orang tak dikenal datang secara tiba-tiba dan langsung melakukan penyerangan terhadap Supriadi.
"Tidak lama setelah berada di Kedai Sampuran, sekitar 10 orang tidak dikenal datang secara tiba-tiba dan langsung melakukan penyerangan serta pengeroyokan terhadap Supriadi. Para pelaku juga diduga membawa senjata api (senpi)," ungkap Gusti kepada RIAU ONLINE, Senin, 6 Juli 2026.
PMII Riau mengaitkan dugaan pengeroyokan terhadap Supriadi dengan peristiwa yang sebelumnya dialami dua kader mereka berinisial P dan S pada 3 Juli 2026.
Saat itu, kedua kader PMII datang ke Polresta Pekanbaru untuk mengantarkan surat pemberitahuan aksi demonstrasi.
#riauonline #penganiayaan #mahasiswa #intel #polri
