REDYNEWS.COM, KUANTAN SINGINGI,– Di tengah sorotan terhadap program ketahanan pangan desa, sosok Kepala Desa Gunung Kesiangan, Kecamatan Benai, Firdau, justru menunjukkan peran aktif sebagai ujung tombak suksesnya program Presiden RI Prabowo Subianto di tingkat desa.
Menanggapi surat konfirmasi Tim Investigasi, Kades Firdaus menyampaikan klarifikasi resmi sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus membangun desa dan membantu masyarakat.
Fokus Cetak Sawah Sejak 2021 Untuk Ketahanan Pangan Sesuai Arahan Presiden
Kades Firdaus menjelaskan, program ketahanan pangan berupa cetak sawah dan normalisasi lahan pertanian yang dilaksanakan sejak Tahun Anggaran 2021 bukan program dadakan.
"Seluruh kegiatan telah direncanakan melalui musyawarah desa, dituangkan dalam dokumen perencanaan desa, serta dilaksanakan sesuai ketentuan. Tujuannya untuk membuka potensi lahan pertanian masyarakat guna mendukung ketahanan pangan," ujar Firdaus.
Langkah ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Desa Gunung Kesiangan menjadi salah satu desa yang paling aktif menjalankan instruksi tersebut.
Bahkan, saat ini Kades Firdaus tengah ikut menyukseskan program relawan pangan nasional dengan menyediakan pasokan buah-buahan seperti Semangka, Jeruk dan Lemon dari lahan kelolanya pribadi, serta aktif membantu masyarakat saat musim panen benih padi.
Aktif Ajukan Proposal Pembangunan dan Peduli Anak Yatim
Sosok Firdaus dikenal dekat dengan masyarakat. Ia tidak hanya fokus pada sawah, tapi juga gencar mengajukan proposal pembangunan untuk kebutuhan mendesak warga, salah satunya pembangunan Sumur Bor untuk mengatasi krisis air bersih di kawasan pertanian dan pemukiman.
Kepeduliannya terhadap sosial juga nyata. Kades Firdaus dikenal sering memberi bantuan kepada anak yatim dan kaum dhuafa, serta selalu membuka peluang kerja bagi masyarakat tempatan dalam setiap program padat karya desa. Baginya, Dana Desa harus berputar untuk rakyat.
"Setiap penggunaan anggaran telah disusun pertanggungjawabannya dan menjadi bagian dari laporan penyelenggaraan pemerintahan desa yang dapat diperiksa oleh instansi berwenang seperti DPMD dan Inspektorat," tegasnya.
Bantah Tegas Isu PETI dan Usaha Ilegal
Terkait informasi yang mengaitkan dirinya dengan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau dompeng darat, Kades Firdaus membantah dengan tegas.
Ia menegaskan, tidak memiliki, tidak mengelola, tidak menguasai, dan tidak terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam aktivitas PETI di wilayah Desa Gunung Kesiangan.
"Saya menghormati proses hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum apabila terdapat dugaan pelanggaran," katanya.
Mengenai isu toko yang disebut menyediakan kebutuhan operasional tambang, ia juga meluruskan bahwa setiap usaha pribadi maupun keluarga berjalan secara terbuka dan sah, tidak secara khusus diperuntukkan untuk mendukung aktivitas PETI sebagaimana yang dituduhkan pihak tertentu.
Terkait kondisi irigasi dan tanggul yang menjadi perhatian warga, Pemdes Gunung Kesiangan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait agar fungsi lahan pertanian tetap terjaga.
Ia juga mengajak semua pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menyerahkan setiap dugaan pelanggaran kepada aparat yang berwenang.
"Saya menghargai kerja jurnalistik yang mengedepankan prinsip keberimbangan. Saya berharap informasi yang disampaikan kepada publik tetap berpedoman pada data akurat dan fakta yang dapat diverifikasi," tutup Firdaus.
Dengan klarifikasi ini, terang sudah bahwa di bawah kepemimpinan Firdaus, Desa Gunung Kesiangan fokus pada kerja nyata: menyukseskan program Presiden Prabowo, mencetak sawah, mensejahterakan petani, dan menyantuni anak yatim, bukan pada isu-isu liar yang belum terbukti.(Sugianto)
